Persegres Kalah, Ultrasmania Bentrok dan Tuntut Pelatih Puji Handoko Mundur

Gresiknews.co – Hasil buruk Persegres saat melawan PS Mojokerto Putra (PSMP) di kandang membuat ribuan Ultrasmania kecewa. Seusai pertandingan, Ultrasmania langsung melakukan unjuk rasa menuntut manajemen segera memecat pelatih Puji Handoko.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tim berjuluk Kebo Giras ini harus menyerah 0-2 dari PS Mojokerto Putra (PSMP) dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik, Minggu (15/7/2018) sore

Tuntutan agar pelatih Persegres Puji Handoko mundur, sebenarnya sudah terdengar saat tim kebanggaan warga Gresik ini kebobolan dari tendangan kaki kanan Ricky R. Kambuaya menit ke-23.

Spanduk bertulisan ‘Puji Out’ juga terpasang dibeberapa sudut tribun penonton.

Puncaknya, seusai pertandingan Ultrasmania langsung berunjuk rasa di pintu keluar pemain. Dikarenakan perwakilan manajemen dan pelatih Persegres tak kunjung keluar. Para suporter Ultrasmania berusaha merangsek ke dalam ruangan VVIP Stadion Gejos.

Puluhan anggota Satuan Sabhara Polres Gresik yang menjaga pintu pun akhirnya terlibat kericuhan dengan Ultrasmania.

Situasi yang semakin rumit, akhirnya polisi mengeluarkan tembakan gas air mata. Sehingga, membuat Ultrasmania yang semula bertahan semburat lari tunggang langgang. Bahkan, beberapa anggota polisi yang sempat tersulut emosinya mengejar dan membubarkan ratusan Ultrasmania agar tidak menghalangi pintu keluar.

Pelatih Persegres Puji Handoko mengaku pasrah, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada manajemen Persegres.

“Nasib tim dan saya, semua saya serahkan pada manajemen,” kata Puji menanggapi unjuk rasa Ultrasmania.

Panpel Choirul Anam dan pengurus Persegres yang berada di tengah-tengah unjuk rasa Ultrasmania berjanji akan segera memutuskan nasib Pelatih Puji Handoko pada 20 Juli 2018. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *