PG Bantu SMK PGRI 1 Gresik Peralatan Workshop Pengelasan

Gresiknews.co – PT Petrokimia Gresik (PG) memberikan bantuan peralatan workshop pengelasan kepada SMK PGRI 1 Gresik. Bantuan secara simbolis diserahkan Direktur SDM & Umum PG, Rahmad Pribadi kepada Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arif Susanto di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan dr Soetomo Nomor 46A Gresik, Senin (6/3).

Bantuan ini merupakan tindak lanjut program revitalisasi SMK industri berbasis kompetensi yang ‘link and match’ dengan industri. Dasar dari program ini adalah Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Inpres ini sebelumnya ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) lima Menteri di Jakarta awal November 2016 lalu. Sebagai pilot project, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjuk tiga industri di Indonesia, yaitu PG, PT Siemens Indonesia di Cilegon, dan Honda Motor Indonesia di Karawang serta Bekasi.

Ada tujuh SMK yang dibantu PG dalam program tersebut dan ditunjuk langsung oleh Kemenperin. Empat SMK diantaranya berada di Gresik, antara lain SMK PGRI 1 Gresik, SMK Negeri 1 Driyorejo, SMK Yasmu, SMK Negeri 1 Cerme. Selain itu juga SMK Negeri 3 Surabaya, SMK Negeri 2 Bojonegoro, dan SMK Negeri 1 Sidoarjo.

Dalam MoU, industri diminta menyediakan workshop dan infrastruktur pendukung bagi pendidikan kejuruan. Adapun peralatan yang diberikan PG kepada SMK PGRI 1 Gresik dalam program ini antara lain satu unit diesel genset, 8 unit welding trafo machine, 4 unit cutting grind machine, 8 unit hand grind machine, 100 meter roll cable, dan 5 unit avron (body safety). Total bantuan senilai Rp 157 juta, merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PG.

Direktur SDM & Umum PG dalam kesempatan tersebut menyampaikan, tanggal 28 Februari 2017 lalu, Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla meluncurkan program pendidikan vokasi industri, atau dikenal ‘Link and Match’ di Mojokerto. Program ini digagas Kemenperin. Di Jawa Timur akan ada 50 perusahaan dan 261 SMK yang menjalankan program ini. 

Sedangkan MoU yang ditandatangani bulan November lalu adalah cikal bakal dari program yang diluncurkan Wapres. Direktur SDM & Umum berharap lulusan program ini bisa siap pakai di industri.

Sementara Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arif Susanto mengatakan, terkait program Link and Match, sebanyak enam guru akan dipanggil PG, untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat), selanjutnya diseritifikat. Selain itu, 30 siswa terbaik juga dikirim ke PG untuk didiklat.

Adapun jurusan di SMK PGRI 1 yang sudah sinkronisasi  dengan PG untuk program Link and Match antara lain Teknik Permesinan, Teknik Kimia, dan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik. Sedangkan bantuan yang diberikan PG kali ini untuk Jurusan Teknik Pemesinan. Alat ini berguna untuk pengembangan teknik pengelasan para murid. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan PT Petrokimia Gresik. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswa kami,” pungkas kasek yang dikenal cerdas, kreatif, dan inovatif ini. (didik hendri/khanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *