Lakukan Pemerasan, Polres dan Kejari Gresik OTT Dua Oknum LSM Lipan

Gresiknews.co – Micel Panjaitan (58) dan Jhonson (50), dua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Pemantau Aset Negara (Lipan) hanya bisa tertunduk lemas ketika petugas Polres Gresik menggelandangnya.

Mereka terkena operasi tangkap tangan (OTT) Polres Gresik dan Kejari Gresik saat memeras Kabag Umum Pemkab Gresik, Sukardi uang sebesar Rp 50 juta.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menyatakan, kasus ini berawal saat dua pria asal Kabupaten Sidoarjo itu mengirim surat permintaan klarifikasi terkait kegiatan belanja tahun 2018 kepada Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Gresik pada Kamis 8 Agustus 2019.

“Kemudian tanggal 9 dibuatkan jawabannya oleh saudara Bagus, staff di Bagian Umum Pemkab Gresik,” kata Wahyu di Mapolres Gresik, Selasa (13/8/2019).

Bagus, kata Wahyu, kemudian menelpon Micel untuk menginformasikan bahwa surat jawabannya sudah ada dan meminta mereka untuk datang ke Pemda Gresik.

“Namun MP menolak bertemu di Gresik dan mengajak bertemu di rumah makan Agis Jambangan Surabaya tanggal 12 Agustus pukul 12 siang,” ungkap Mantan Kapolres Bojonegoro ini.

Akhirnya dilakukan pertemuan antara Bagus dengan Micel dan Jhonson di RM Agis Surabaya. Usai bertemu untuk menyerahkan surat, Bagus kembali ke kantor.

Saat perjalanan pulang Bagus ditelpon MP dan mengancam akan menyerahkan surat itu ke Kejaksaan Tinggi Jatim.

“Telpon kedua mereka meminta Bagus menyampaikan pesan ke Sukardi, paling tidak disiapkan uang 50 Juta dikarenakan 1 tim ada 9 orang,” jelas Wahyu.

Senin (12/8) sore kedua pelaku mendatangi Kantor Kabag Umum Pemkab Gresik, Sukardi, untuk meminta uang Rp. 50 juta. Karena merasa terintimidasi, Sukardi akhirnya menyerahkan uang 5 juta.

“Setelah itu dilakukan OTT,” ujarnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan kita tetapkan MP dan JP sebagai tersangka,” imbuhnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp. 5 juta, 4 buah handphone dan kartu identitas.

Kedua pelaku dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan atau pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *