PPP dan PKB Gresik Sama-sama ‘Ditinggalkan’ Kader Potensial

Ketua PPP Gresik Ahmad Nadir bersalaman dengan Ketua PKB Gresik Moh. Qosim saat pendaftaran Bacaleg di KPU Gresik. (Khanif/Gresiknews.co)

Gresiknews.co – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gresik ditinggalkan kader potensial dalam Pileg 2019. Pasalnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Qolib memilih maju jadi Bacaleg DPRD Jatim.

Meski ditinggalkan Nur Qolib, DPC PPP Gresik tetap optimis raih 8 kursi pada Pileg 2019 mendatang.

Ketua DPC PPP Kabupaten Gresik Ahmad Nadir mengaku dari 50 Bacaleg PPP yang didaftarkan, ada 6 Bacaleg incumbent dari 7 anggota DPRD Gresik asal PPP hasil Pileg 2014.

“Untuk pak Nur Qolib nyaleg DPRD Jatim. Beliau sudah senior, waktunya naik ke DPRD Jatim,” kata Nadir, Selasa (17/7/2018).

Tidak seperti partai politik (parpol) lainnya yang menargetkan perolehan kursi banyak pada Pileg 2019, DPC PPP Gresik justru tak muluk-muluk dalam menargetkan perolehan kursi.

“PPP realistis, target masing-masing daerah pemilihan(Dapil) 1 kursi dari 8 Dapil, sehingga 8 kursi,” ujar Nadir, didampingi Sekretaris Khoirul Huda.

Target 8 kursi itu, kalau pada hasil Pileg 2019 terwujud, maka ada tambahan 1 kursi dari Pileg 2014 yang mendapatkan 7 kursi.

Senada, PKB Kabupaten Gresik juga ditinggalkan anggota DPRD Gresik Fraksi PKB Zulfan Hasyim.

Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik Moh.Qosim menyatakan, dari 50 Bacaleg, ada 7 Bacaleg incumbent yang nyaleg. Sementara satu Bacaleg, Zulfan Hasyim tak nyaleg.”Pak Zulfan Pileg 2019 tak nyaleg karena pertimbangan keluarga dan kesehatan,” terangnya.

Terkait target kursi, Qosim mengatakan, bahwa PKB Gresik menargetkan 16 kursi di DPRD atau masing-masing Dapil dari 8 Dapil 2 kursi.” Target ini ada naik 100 persen dari Pileg 2014 yang mendapatkan 8 kursi,” ujarnya.

Ditegaskan Qosim, dari 50 Bacaleg yang diajukan PKB Gresik, sejumlah kalangan pengusaha yang nyaleg di antaranya, mantan Dirut PDAM Gresik Muhammad, istri dari pengusaha Khoiron asal Menganti, dan H. Hamdi Kedamean. “Juga ada kalangan tokoh agama/masyarakat dan juga kalangan melenial,” tegas Wabup Gresik ini. (Khanif/M1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*