Rampas HP Pasangan Muda-mudi di KIG, Dua Pengamen di Gresik Dibekuk

Gresiknews.co – Jajaran Polsek Kebomas, Kabupaten Gresik menangkap dua pengamen perampas handphone (HP) muda-mudi yang sedang berpacaran di Kawasan Industri Gresik (KIG).

Kedua pelaku itu bernama Joko Wicaksono (23), warga Kelurahan Sidokumpul Gresik dan Miftakhul Ainul Faiz (18) Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Mereka yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen itu nekat merampas HP milik M. Arif Santoso (13).

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku biasanya melakukan perampasan pada muda-mudi yang sedang berpacaran di tempat sepi, dengan modus menanyakan keberadaan seseorang. Hal itulah yang terjadi pada pasangan muda-mudi, yakni M. Arif Santoso dan Imansyah Anta Warohma (13) sedang berbincang-bincang di KIG.

Saat sedang asyik berpacaran, kedua korban yang masih duduk dibangku SMP, tiba-tiba didatangi para pelaku. Bahkan, pelaku juga mengaku sebagai pemilik wilayah.

Selanjutnya pelaku meminta HP Samsung Galaxi Grand 2 milik Arif Santoso.

Tak sampai disitu, salah satu pelaku Joko Wicaksono, yang sudah sering keluar masuk penjara kasus curanmor, pemerasan dan pencurian ini juga meminta uang kepada korban. Lantaran tak membawa uang, korban Arif Santoso diminta untuk mengambil uang Rp. 200 ribu di rumahnya. Sedangkan Imansyah Anta Warohma dijadikan jaminan oleh pelaku.

Setelah korban mengambil uang yang diminta, korban terkejut, karena para pelaku dan Imansyah tidak berada di lokasi. Arif Santoso lantas mencari ke rumah sang pacar. Namun,  Imansyah tidak ada. Akhirnya keluarga korban bersama Arif Santoso melaporkan kasus ini ke Polsek Kebomas.

Kapolsek Kebomas Kompol Ronny Edy Jusuf melalui Kanit Reskrim Ipda Moch Dawud mengatakan, gertakan yang diucapkan oleh kedua pelaku bertujuan untuk menakut-nakuti korban yang nongkrong di tempat yang sepi.

“Pelaku kami amankan tadi malam (7/11/2018) saat berada di Telaga Ngipik Gresik,” kata Ipda Dawud, Kamis (8/11/2018).

Lebih lanjut, Dawud menjelaskan, usai memperoleh HP, para pelaku lari ke Kabupaten Lamongan dan kembali menjalankan profesinya sebagai pengamen.

“Saat pelarian pelaku biasanya tidur di terminal Lamongan. Dan baru bisa kami amankan saat kembali ke Gresik,” jelasnya.

Sementara salah satu pelaku, Joko Wicaksono mengaku, merampas HP untuk digunakan membeli minuman keras (miras) bersama teman-temannya. Pemuda yang sejukur tubuhnya penuh tato itu juga mengajak korban Imansyah untuk meminum miras.

“Dia (Imansyah Anta Warohma) saya ajak minum miras, namun dia menolak,” akunya.

Kedua pelaku dijerat pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *