Resmikan Tugu Keris Sumilang Gandring, Bupati Gresik: Silahkan Dipakai Berselfie Ria

Gresiknews.co – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Selasa (16/7/2019) meresmikan tugu landmark berupa replikasi Keris Sumilang Gandring yang dibangun oleh PT. Wilmar Nabati Indonesia.

Peresmian dan serahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sambari dengan disaksikan Direktur PT. Wilmar Nabati Indonesia Saronto Subagyo.

Tampak hadir dalam prosesi penandatanganan tersebut Kapolres Gresik AKBP. Wahyu Sri Bintoro, Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol. Inf. Budi Handoko, sejumlah pihak terkait dijajaran Pemkab Gresik dan para petinggi di jajaran PT. Wilmar Nabati Indonesia.

Bupati Gresik menyatakan tugu landmark Keris Sumilang Gandring bisa menjadi kebanggaan warga Kota Pudak. Sehingga ia meminta warga turut menjaga kebersihannya.

“Masyarakat juga kami minta untuk turut merawat. Silahkan dipakai berselfie ria, tapi mohon agar kebersihan juga dijaga,” ujarnya.

Pemberian nama landmark Keris Sumilang Gandring sendiri adalah untuk menghormati jasa Bupati Sidayu ke 8, yakni Kanjeng Sepuh Sidayu (Pangeran Haryo Suryodiningrat) yang dimasa lampau memiliki senjata pamungkas yang diberi nama keris Sumilang Gandring.

Tugu dengan bangunan fisik berbentuk keris tersebut, memiliki tinggi sekitar 15 meter lebih. Di sekitar tugu landmark tersebut ada ornamen kecil mirip dengan gerbang makam Bupati Gresik pertama, Kanjeng Poesponegoro. Selain itu, di sekitar tugu tersebut juga ditanami tanaman kurma dan tanaman hias lainnya untuk menambah keindahan tugu landmark.

Bupati Sambari mengatakan, tugu landmark yang telah diserahterimakan ini menambah icon monumental untuk mempercantik Kota Gresik. Kendati demikian, Bupati Sambari mengatakan bahwa tugu landmark tersebut adalah murni hibah dari PT Wilmar Nabati Indonesia.

“Semua hibah yang diserahterimakan ke kami hanya berupa bangunan fisik. Jadi saya tegaskan  sekali lagi bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik tidak menerima hibah berupa anggaran namun berupa bangunan fisik saja,” kata Bupati Sambari.

Selanjutnya, Bupati Sambari meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga dan merawat tugu landmark tersebut, terutama keindahan taman disekitar tugu.

“Setelah landmark ini kami terima, maka saya minta kepada dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga dan merawat. Tanaman yang menghiasi sekitar tugu juga tolong diawasi dan dirawat,” pintanya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *