Ribuan Warga Manyar Kompak Demo JeBE KoKO, Pabrik Asing Sumber Polusi

Gresiknews.co, – Ribuan warga manyar Kabupaten Gresik terpaksa menggelar aksi turun jalan mendemo PT. JeBE KoKO, sebuah perusahaan asing produsen coklat yang dinilai tidak ramah lingkungan. Bau tidak sedap yang terus menerus dikeluarkan pabrik Malaysia – Kanada ini mengganggu warga. Tidak sedikit diantara warga mengalami mual dan sesak napas.
“Ini adalah polusi udara. Sudah berkali kali warga mengingatkan perusahaan asing ini untuk ramah lingkungan. Namun sampai detik ini, keluhan warga seakan tidak diindahkan,” ungkap gus Zaki Idris, salah satu tokoh warga Setempat.

Dikatakan Gus Idris, sebelum banyak korban warga berjatuhan lantaran terdampak polusi udara, maka seluruh warga kompak menggelar aksi turun jalan menuntut pabrik asing ini segera ditutup.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Gresik, Ika AF Hidayat, mengatakan, siapapun akan merasa terganggu jika menghirup udara disekitar kawasan Manyar. Pasalnya, bau menyengat seringkali keluar dari cerobong asap milik Jebe Koko.

“Perusahaan ini tidak komitmen dan mematuhi prinsip 3 P (Planet, peaple, and profit) yang mestinya menjadi pegangan bagi setiap perusahaan. khususnya perusahaan asing,”imbuh pria asal desa Manyarejo ini.

Untuk itu, tuntutan warga agar pabrik Jebe Koko ditutup merupakan sesuatu yang pantas dan layak diperjuangkan.

“Saya menghimbau seluruh rekan – rekan Karang Taruna Kabupaten Gresik dimanapun berada, untuk mendukung gerakan turun jalan warga manyar, agar secepatnya perusahaan asing ini pulang ke kampung halamannya,”tutup Ika.

Sebagaimana berita sebelumnya, geram aspirasinya tidak direspon, Warga Desa di Kecamatan Manyar mengancam akan mendemo perusahaan PT JeBe KOKO yang berada di Jalan Raya Manyar, Desa Sukomulyo, pasalnya perusahaan ini dianggap mencemari udara dengan mengeluarkan bau tidak sedap di sekitar pemukiman warga sekitar.

Dari Informasi, demo warga, rencananya akan berlangsung Jumat mendatang (13/7/) bersama sejumlah aliansi, diantaranya, Paguyuban Manyar Bersatu (PMB),Arek Manyar Pecinta Lingkungan (ARMAPALA).
Koordinator Perwakilan warga, Abdul Muid Zahid, mengatakan, rencana aksi itu dilakukan lantaran pihak perusahaan JEBE KOKO, berkali-kali diingatkan oleh perwakilan warga, namun tidak diindahkan. ” Sudah lama kita menunggu itikad baik dari perusahaan.Berkali-kali perwakilan warga sudah mendatangi perusahaan, janjinya bulan Desember tahun kemarin (2017) tapi hingga hari ini tidak ada tindak lanjutnya,” ungkapnya, kepada berita metro pada Senin kemarin (9/7/18).

Lebih lanjut Abdul Muid, membeberkan, aka nada lima Desa yang terlibat dalam aksi tersebut yakni Desa Sidomukti, Desa Peganden, Desa Leran, Desa Manyarrejo, serta Desa Leran. “Perkiraan lima ratus warga yang akan turun ikut Demo. Tuntutan kita Cuma satu, kalau masih menimbulkan bau, untuk sementara kita minta ditutup. Jika tidak ditutup warga siap memblokade jalan Pabrik, ” tambahnya.

Pria yang juga tokoh Masyarakat Desa Sidomukti ini berharap ada itikat baik dari perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan ini, yakni segera mencari solusi untuk menghilangkan bau yang sangat menyengat itu. “ Kita tidak menolak industrialisasi, tapi jangan mengorbankan kenyamanan masyarakat. Dari dulu sejak lahir kita nyaman-nyaman aja. Tidak ada bau yang menyengat,” imbuhnya.
Ishom, Salah satu warga Desa Sidomukti membenarkan, bila bau tidak sedap yang diduga berasal dari perusahaan itu sudah dirasakan sejak lama. “ Munculnya bau kadang siang hari, kadang malam hari. Baunya seperti nasi basi,” bebernya.

Sementara itu,Kepala Dinas LIngkungan Hidup (DLH) Ir. Mokh. Najikh, mengatakan, pihaknya akan mendengarkan pengaduan masyarakat. Bahkan Ia pernah mengecek langsung keberadaan sumber bau tersebut. “ Sudah saya survei kesana. Yang jelas ada pengaduan kita tindak lanjuti,” singkatnya. (Machin/MI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*