RMI NU Gresik Latih Para Santri Jadi ‘Dokter’

Gresiknews.co – Kehadiran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sangatlah penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan pengobatan di lingkungan pondok pesantren. Namun, hingga saat ini keberaannya masih dianggap sebelah mata.

Hal tersebut yang mendorong Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Gresik menggelar Pelatihan Santri Husada Insani (Husain) di Pondok Pesantren Islamic Al-Qona’ah, GKB, Gresik, Sabtu (15/9/2018).

Puluhan peserta dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Gresik tak hanya diajari mengenai materi tentang penting Poskestran, tetapi juga mereka diajak praktek oleh dr. Heri Munajib, Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi 1 Universitas Airlangga Surabaya, menangani santri sakit dengan cepat dan tepat.

Pria yang juga pengurus (RMI) NU Kabupaten Gresik itu, mencontohkan cara menangani santri yang kulit kakinya sakit diakibatkan menyentuh knalpot panas.

“Untuk luka seperti ini setelah dibersihkan dengan pincet, harus diberi betadine, kemudian ditutup dengan kasa dan di plaster,” terang dr. Heri, pada peserta pelatihan.

“Jangan lupa. Tangan kita harus selalu dibersihkan baik sebelum maupun sesudah menangani pasien,” imbuhnya.

Pelatihan Santri Husain, kata dr. Heri, diharapkan mampu memberi pengetahuan para santri dalam kesehatan dan penanganan penyakit agar tidak menyebabkan infeksi. Santri Husain adalah pelantara antara santri yang sakit dengan dokter.

“Nanti saya buatkan grup Whatsapp supaya kalau ada santri yang berobat di Poskestren mudah ditangani. Apalagi pemberian obat harus sesuai resep dokter. Kedepan, kami ingin tiap pesantren punya Poskestren,” kata dr. Heri, yang juga Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Gresik.

Sementara, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH. Chusnan Ali, melalui Wakil PCNU Gresik Ir. H. Moh. Nadhillah Badruddin, mengungkapkan, bahwa kesehatan sangatlah penting. Untuk itu, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh RMI NU Gresik.

“Kesehatan adalah segala-galanya. Apa artinya punya uang banyak tapi kita sakit. Sehingga mau ibadah atau pun beraktifitas sulit,” ungkapnya.

PCNU Kabupaten Gresik sendiri memiliki 18 lembaga dan banom di bawahnya. Sehingga jika semua dapat terintegrasi tentu akan menjadi kekuatan yang besar.

“Kalau bisa seluruh santri di pondok pesantren se-Kabupaten Gresik diberi pelatihan seperti ini,” harap Nadhillah. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *