Rujukan Online Buat Layanan di Rumah Sakit Lebih Cepat

Gresiknews.co, – BPJS Kesehatan Cabang Gresik berusaha meningkatkan pelayanan kepada pasien dengan menggunakan program rujukan online. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Galih Anjungsari penerapan ujicoba rujukan online, untuk peserta BPJS Kesehatan telah dilakukan sejak 15 Agustus 2018 dan hasilnya mulai terlihat dengan tertatanya distribusi pasien rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Selanjutnya ujicoba rujukan online akan diperpanjang hingga 31 Oktober 2018, untuk lebih menguatkan keterlibatan dan sinergi dengan dinas kesehatan serta asosiasi fasilitas kesehatan dalam melakukan review mapping dan validasi kapasitas FKRTL serta optimalisasi bridging system.

“Uji coba yang sudah dua bulan ini, sudah dirasakan manfaatnya oleh peserta JKN-KIS. Peserta tidak perlu antri lama di rumah sakit, lebih mudah mendapatkan kepastian dalam memperoleh pelayanan, prosesnya juga lebih cepat, karena antrian sudah dibagi ke rumah sakit lain,” ujar Galih saat menjadi pembicara di acara media gathering, Gresik (17/10).

Galih menambahkan, selain jumlahnya terbatas penyebaran rumah sakit saat ini juga tidak merata. Bahkan kompetensi setiap rumah sakit juga berbeda, seperti ketersediaan jumlah dokter spesialis dan prasarana medis.

“Sebaliknya tantangannya Program JKN-KIS harus memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta sesuai kebutuhan medis, berdasarkan fasilitas kesehatan yang tersedia,” ujar Galih.

Galih mengakui, sistem rujukan online tidak menutup kesempatan bagi peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit rujukan kelas B dan A selama sesuai dengan kebutuhan medisnya.

”Adapun rujukan kasus tertentu yang kompetennya hanya dimiliki rumah sakit kelas B, bisa langsung dirujuk dari FKTP. Sedangkan untuk pasien JKN-KIS dengan kasus rujukan khusus, seperti gagal ginjal (hemodialisa), hemofilia, thalassemia, kemoterapi, radioterapi, jiwa, kusta dan HIV-ODHA, yang memiliki riwayat pelayanan di rumah sakit tertentu dapat tetap berobat di rumah sakit tersebut,” tegas Galih.

Di tempat yang berbesa, dr. Ratna dari Rumah Sakit Petro Kimia Driyorejo menyatakan, dengan adanya rujukan online sistem rujukan dapat lebih teratur dan lebih transparan kepada pasien.

“Saat pasien membutuhkan fasilitas kesehatan sesuai dengan indikasi medisnya dapat di ketauhi dari sistem rujukan online,” tutur Ratna.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *