Satlantas Gresik Bagikan 8 Tangki Air Bersih di Tiga Desa

Gresiknews.co – Musim kemarau berkepanjangan menyebabkan banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Tak jarang banyak masyarakat terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik total ada 59 desa di 8 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Salah satunya di Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan. Para warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air buat kebutuhan sehari-hari mulai dari mandi sampai memasak.

Seperti yang dialami Ngatira (48) warga Kramat. Ia mengatakan kekeringan di Desanya sudah dirasakan sejak 3 bulan lalu. Untuk kebutuhan sehari-hari perempuan paruh baya ini harus membeli air dari truk tangki yang setiap hari keliling Desa.

“Untuk kebutuhan sehari-hari biasanya saya beli dari truk tangki. Satu jirigen harganya 1.500 rupiah,” kata Ngatira, Kamis, (12/9/19).

Di Desa Kramat ini, warga hanya mengandalkan tadah hujan untuk mandi, memasak, sebab kata Ngatira, sumber air tanah di Desanya mengandung zat garam sehingga rasanya asin. Meski ada warga yang mencoba berkali-kali membuat sumur namun hasilnya tetap sama.

“Kami senang ada bantuan air bersih dari Satlantas Polres Gresik. Sehingga kami bisa berhemat,” ungkapnya senang.

Kanit Patroli Satlantas Polres Gresik, Ipda Suryono menjelaskan, pihaknya memberikan bantuan air bersih ke tiga desa di Kecamatan Duduksampeyan, yakni Desa Kramat, Desa Kawisto Windu dan Desa Kandangan.

“Kami memberikan 8 tangki air bersih untuk warga yang membutuhkan,” jelas Suryono didampingi Kapolsek Duduksampeyan, Gresik, I Made Jatinegara.

“Mudah-mudahan dalam memperingati hari ulang tahun Satlantas ini dengan semangat promoter, kita dapat memberikan pelayanan terbaik yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Pemberian air bersih juga dilakukan Pengurus Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan dan Umum (FSPKEP) PT. Karunia Alam Segar.

Ketua DPC FSPKEP Kab Gresik, Apin Sirait menyatakan, bantuan air bersih di Cerme merupakan bentuk kepedulian buruh terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Semoga apa yg dilakukan PUK FSPKEP PT KAS ini bisa di contoh oleh semua anggota FSPKEP yang ada di kota Pudak,” ucap Apin, yang juga Ketua Perda KSPI Jawa Timur. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *