Seluruh Warga Gresik Bakal Tercover BPJS Kesehatan

Gresiknews.co – Kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Dan harapan ini disampaikan beberapa warga saat mengikuti agenda sambung rasa di Kecamatan Benjeng bersama pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim-dr. Asluchul Alif, Rabu (7/10/2020).

Kepada paslon nomor urut 1 ini, masyarakat menginginkan adanya peran dari pemerintah jika nanti Qosim-Alif mendapatkan amanah memimpin Kabupaten Gresik lima tahun ke depan. Sehingga minimal dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menyikapi tentang mahalnya biaya kesehatan.

“Untuk masalah kesehatan itu sangat penting dan kita butuhkan,” ujar Kamiya Ningsih (30), warga Desa Balongtunjung, Benjeng

Senada dikatakan oleh Kasto (64), warga setempat. Menurutnya, seusia dirinya untuk kebutuhan kesehatan memang sangat diperlukan.

“Iya, sangat bagus sekali untuk program-program peduli masalah kesehatan,” tambah Khoirun, warga Desa Klampok.

Cabup Qosim pun menjelaskan, pihaknya bersama dokter Alif akan berkomitmen memperhatikan masalah kesehatan warga Gresik. Dan sudah ada beberapa program yang digagas jika terpilih nanti.

Antara lainnya, paslon Qosim-Alif (QA) akan meluncurkan kartu FAHAM (Family Health Mobile). Dengan kartu ini masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat, karena ada petugas khusus untuk jemput bola.

Lebih rinci Pak Qosim menjelaskan, fungsi kartu FAHAM bisa digunakan untuk konsultasi kesehatan gratis via online dan mitigasi kesehatan keluarga. Contohnya identifikasi klaster penyakit kronis, sedang, ringan di satu desa.

Nantinya kartu FAHAM ini akan diberikan kepada setiap kepala keluarga (KK). Masing-masing KK bakal menerima 1 kartu FAHAM.

“Kartu ini dilengkapi dengan mickro chip sehingga bisa menyimpan data kesehatan 1 keluarga dalam 1 rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati (Cawabup) dr. Asluchul Alif menambahkan, untuk program kesehatan lainnya adalah mendaftarkan seluruh warga Gresik sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Nanti seluruh warga yang belum terdaftar di BPJS akan kami daftarkan, dan biayanya akan ditanggung oleh Pemkab Gresik,” tegas Cawabup nomor urut 1 ini dalam agenda sambung rasa yang berlangsung secara bergantian di Desa Bulangkulon dan Delik Sumber.

Kata Dokter Alif, saat ini sekitar 70 persen warga Gresik tercatat sebagai peserta BPJS. Dari data tersebut ada warga yang biaya BPJS-nya ditanggung pemerintah pusat, sebagian lain ditanggung perusahaan dan sebagiannya lagi merupakan peserta BPJS mandiri.

“Yang 30 persen itu nanti akan kita daftarkan seluruhnya tanpa pandang bulu. Jika misalnya yang BPJS mandiri keberatan mau beralih ke BPJS yang dibiayai Pemkab, nanti nunggu giliran proses selanjutnya. Yang 30 persen dulu kita upayakan segera tercatat sebagai peserta BPJS,” ungkap Cawabup berlatar belakang dokter tersebut.

Selain berbicara kesehatan, Dokter Alif juga menjawab pertanyaan warga di dua desa yang setiap tahun kena banjir tersebut.

Menurutnya, pembangunan Kali Lamong pasti akan dilakukan jika dirinya yang mendampingi Pak Qosim terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Gresik periode 2020-2025.

“Soal Kali Lamong, siapapun bupatinya pasti akan dibangun. Karena studi larap (wilayah aliran sungai) sudah selesai dilakukan. Pemkab Gresik juga sudah sepakat dengan Pak Wagub Jatim melakukan pembangunan. Kalau kemarin belum dibangun meski telah dianggarkan, karena terkendala studi larap. Kalau sekarang sudah selesai, jadi siapapun bupatinya pasti dibangun,” imbuh dia. (fbr/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *