Sidak Cabai di Pasar Baru Gresik, Syahrul Munir Dapati Harga Rp65 Ribu Per Kilo

Gresiknews.co – Harga cabai rawit yang terus melonjak dikeluhkan para pembeli dan pedagang. Seperti yang terjadi di Pasar Baru Gresik, Jl. Gubenur Suryo. Harga cabai yang awalnya Rp. 30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

Meroketnya harga cabai rawit iyu diketahui saat Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Gresik, Sabtu (11/1/2020).

Dalam sidak tersebut, anggota dewan termuda ini mendatangi sejumlah lapak pedagang. “Tadi sudah kami cek langsung ke sejumlah pedagang. Benar banyak harga bahan pokok yang naik. Yang paling tinggi cabai rawit,” kata Syahrul.

Berdasarkan data Diskoperindag per 2 Januari, lanjut Syahrul, harga cabai rawit hanya Rp 42.500 per kilogram. Sementara pada 9 Januari 2020 naik lagi menjadi Rp 54.400.

“Harus ada update data setiap hari. Karena harga cabai ini mengalami naik turun. Diskoperindag harus bisa mengontrol supaya tidak permainan harga di Gresik,” ucapnya.

Menurut Syahrul, kenaikan harga komoditas kebutuhan dapur itu harus diperhatikan betul. Pemerintah harus memberikan kontrol. Bila diperlukan, bisa dilakukan operasi pasar.

“Cabai merupakan bahan pokok sebuah masakan. Sehingga sangat berdampak pada warga maupun pedagang. Kami dari Komisi II DPRD Gresik akan segera menindaklajuti ke Diskoperindag,” terangnya.

Salah satu pedagang Pasar Baru Gresik yang terdampak kenaikan harga cabai, Ilham mengatakan, kenaikan harga cabai rawit yang terjadi setiap hari membuat banyak pada sepinya pembeli.

“Biasanya saya ambil dari Surabaya sebanyak 15 sampai 20 kilogram. Tapi sekarang kurang dari 10 kilogram,” keluh Ilham. (Fbr/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *