Sidak Proyek Jalan di Tanggulrejo, DPRD Gresik Nilai Kontraktor Lamban

Gresiknews.co – Anggota DPRD Gresik M. Syahrul Munir (28) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di proyek peninggian jalan Betoyo-Dagang di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar.

Dalam sidak tersebut, Syahrul Munir yang merupakan anggota dewan termuda ini didampingi Kepala Desa Tanggulrejo Abdul Karim Aly dan sejumlah warga. Mereka memprotes lambannya pengerjaan proyek yang menelan anggaran mencapai Rp. 9 miliar.

Syahrul mengatakan, selain menimbulkan debu dan kemacetan, proyek peninggian jalan sepanjang satu kilometer itu kurang sosialisasi. Sehingga ekonomi warga sekitar terganggu.

“Saya hampir setiap hari mendapat keluhan warga mengenai proyek ini. Banyak warung warga terpaksa tutup,” ungkap Syahrul Munir, saat sidak, Senin (14/10/2019).

Dikatakan politisi muda PKB ini, dalam proyek yang dikerjakan kontraktor dari PT Berkah Rahmat Sejati dianggap lamban. Apalagi gorong-gorong dibuat dari batu kali, bukan U-Ditch atau saluran air dari beton yang dianggap lebih cepT dan kuat.

“Jadi, warga meminta agar ada pemasangan U-Ditch, tadi kontraktor siap, sebelumnya rencanannya hanya membuat saluran irigasi yang dari batu,” tutur Sekretaris F-PKB DPRD Gresik.

“Sudah dua bulan pengerjaan, namun progresnya masih 30 persen. Padahal targetnya selesai bulan Desember 2019 dan sebentar lagi masuk musim penghujan. Saya pesimis bisa selesai,” imbuhnya.

Berbagai temuan dilapangan, akan langsung disampaikan Syahrul ke Komisi III DPRD Gresik dan Dinas PUTR Kabupaten Gresik.

Senada, Kades Tanggulrejo A. Karim Aly mengaku selama ini pengerjaan proyek terkesan tertutup. Bahkan, pihaknya tidak pernah diajak membahas perencanaan proyek.

“Tiap kali kami tanya tentang desain proyek, mereka (kontraktor, red) tidak pernah nunjukin. Baru tadi pas di sidak anggota dewan langsung ditunjukan,” ujar Karim.

Sementara perwakilan kontraktor PT Berkat Rahmat Sejati, Tri Susanto menjelaskan panjang ruas jalan yang dibangun 1 kilometer, dengan lebar 7 meter dan tinggi 45 sentimeter.

“Ya, Desember ditarget selesai. Kalau saat ini progresnya masih 30 persen. Yang paling sulit membuat salur irigasinya itu, memakan waktu lama. Kami optimis bisa selesai tepat waktu,” jelasnya.

Susanto mengaku akan berkonsultasi dengan dinas terkait berkenaan permintaan warga agar sisi kanan jalan diberi U-Ditch. “Kami konsultasikan ke Dinas PUTR dulu, sebab dari plan awal memang tak ada pemasangan U-Ditch,” ucapnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *