Siswa SD Muhammadiyah GKB Berhasil Raih Medali Perak di Ajang Internasional

Gresiknews.co – Selain siswa MTs Assa’adah dan MI Ass’adah Bungah yang meraih medali emas dan perak di ajang Hongkong International Mathematical Olympiad (HKIMO) pada tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2018.

Prestasi serupa juga diraih oleh siswa SD Muhammadiyah GKB Gresik bernama Apriandhika Zhafran. Ia berhasil meraih medali perak di olimpiade matematika primary 3 yang diikuti peserta dari 15 Negara.

Apriandhika Zhafran, bercerita dirinya berangkat ke Hongkong bersama sang ibu, setelah beberapa beberapa bulan sebelumnya meraih juara 2 Lomba Matematika di SMP Muhammadiyah 1 Gresik.

“Aku suka pelajaran matematika sejak kelas 1,” terang siswa kelas 4 ini, Jum’at (7/9/2018).

Selain, belajar matematika di sekolah. Dhika, sapaan akrabnya, mengasah kemampuan menghitung ketika di rumah.

“Biasanya belajar sama ibu di rumah,” ujar Dhika.

Mi’dzinatud Diniyah, Guru Matematika sekaligus pembimbing Dhika, mengatakan, seleksi ajang HKIMO sudah berlangsung sejak bulan mei dan diumumkan bulan juni.

“Dua minggu sebelum masuk sekolah, Dhika masuk terlebih dahulu. Setiap hari mulai pukul 8.00-10.00 Wib belajar matematika,” kata Mi’dzinatud.

“Sebelum berangkat ke Hongkong, Dhika kami karantina selama satu bulan,” imbuhnya.

Apriandhika Zhafran dan Guru Matematika sekaligus pembimbingnya, Mi’dzinatud Diniyah. (Khanif/Gresiknews.co)

Lebih lanjut, Mi’dzinatud menjelaskan, untuk biaya keberangkatan menuju Hongkong, pihak sekolah dan wali murid melakukan patungan. Hal tersebut lantaran biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

“Setahu saya tidak ada bantuan dari Pemkab Gresik, berangkatnya hasil patungan antara pihak sekolah dan wali murid,” jelas perempuan cantik ini.

Sementara, Kepala SD Muhammadiyah GKB, Fony Libriastuti, mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. Orang nomer satu di SD Mugeb, julukan SD Muhammadiyah GKB tersebut berharap capaian Dhika mampu ditiru siswa lainnya.

“Alhamdulillah siswa kami berhasil meraih prestasi ditingkat internasional. Baru Dhika yang masuk tingkat Internasional. Ini bentuk motivasi kepada anak-anak yang lain supaya bisa memacu prestasinya,” kata Fony didampingi Ika Wahyuni. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *