SMA Bani Hasyim Lawan Hoax dengan Pemahaman Jurnalistik

Gresiknews.co – SMA Bani Hasyim Cerme Kabupaten Gresik menggelar Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Pengaruh Media Massa dan Media Sosial Zaman Now” di aula sekolah, Minggu (04/02/2017).

Ada 80 siswa-siswi dari kelas X sampai XII yang ikut dalam pelatihan tersebut. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Perkembangan internet dan semakin banyaknya pengguna smartphone serta media sosial (medsos) saat ini masih kurang diimbangi dengan pemahaman tentang literasi digital. Hal ini menjadi penyebab berita bohong (hoax) merajalela di Indonesia.

Hoax memang sangat meresahkan banyak orang. Apalagi banyak dari anak muda zaman now yang aktif di medsos tak jarang justru malah ikut serta menyebarkan. Informasi menyesatkan banyak beredar melalui aneka jalur digital, termasuk situs online dan pesan chatting.

Kondisi seperti inilah yang membuat para guru di SMA Bani Hasyim Cerme begitu khawatir. Menginggat hoax mempunyai implikasi juga pada hukum ITE.

Musa’adah, Kepala SMA Bani Hasyim Cerme, mengatakan, saat ini para siswa-siswi dituntut memahami peran media massa sebagai sumber informasi terpercaya yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Sehingga tidak termakan berita hoax.

“Saya ingin setelah ikut pelatihan ini anak-anak bisa memahami bedanya media massa dan media sosial beserta pengaruhnya,” pesan Musa’adah.

Angga Purwancara, Jurnalis TV9 NUsantara menjelaskan, bahwa para siswa-siswi yang aktif menggunakan medsos harus bisa membedakan berita asli dengan hoax.

Untuk itu, pria yang juga pengurus Komunitas Wartawan Gresik (KWG) ini, berbagi cara mengenali berita hoax, seperti melihat sumber informasi dan kroscek dengan sumber yang kredibel.

“Yang penting semua infomasi harus kita cek dulu. Jangan diterima mentah-mentah,” terang Angga pada para peserta.

Disadari atau tidak, hoax dapat memberi dampak buruk bagi generasi penerus bangsa, khususnya para pelajar.

“Menjauhkan medsos dari siswa itu tidak mungkin. Segala informasi bisa di akses darimana saja dengan cepat,” katanya.

David Saifudin, siswa kelas XI, menuturkan, banyak pengetahuan yang di dapat selama mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar oleh sekolahnya.

“Biasanya saya langsung percaya saja sama informasi dan berita yang disebar sama orang-orang di Facebook. Tapi mulai besok gak langsung percaya, karena ternyata banyak informasi yang sengaja disebar dengan tujuan tertentu,” ungkap Ketua Osis SMA Bani Hasyim Cerme itu. (khanif/M1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*