Tawarkan Wisata Alam dan Sejarah, Wagos Diapresiasi Wakil Ketua DPRD Gresik

Gresiknews.co – Pemerintah desa (Pemdes) kini mulai menggelorakan dan mengembangan potensi yang dimiliki. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuka wisata.

Seperti yang dilakukan oleh Pemdes Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dengan membuka Wisata Alam Gosari (Wagos).

Pengembangan sumber daya alam desa tersebut diapresiasi oleh Wakil Ketua DPRD Gresik, dr. Asluchul Alif. Menurutnya, jika potensi desa bisa dikelola dan dikembangkan, tentu bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Apalagi mengandeng para pemuda.

“Saya melihat, wilayah Gresik utara memiliki peluang besar dalam mengembangkan wisata, khususnya wisata alam,” kata Alif, seusai mengisi acara dialog Karang Taruna Sidayu bertema ‘Peran Pemuda dalam Pengembangan Desa’ di Cafe Sanrama Wisata Alam Gosari (Wagos), Minggu (2/2/2020).

Alif menambahkan, Wagos memiliki nilai plus dibanding wisata lain, lantaran ditempat ini ada prasasti Butulan berangka tahun 1298 saka (1376 M), yang diduga berkaitan erat dengan kerajaan Majapahit.

“Jadi, selain menonjolkan wisata alam dan buatan, juga bisa menjadi wisata sejarah,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Asluchul Alif saat menjadi narasumber acara dialog kepemudaan di Goa Gosari.

Dia berharap dengan adanya wisata di Gresik utara akan menambah PADes. Sehingga perekonomian desa bisa tumbuh pesat tidak bergantung pada Pemerintah diatasnya. “Saya harap dari wisata akan muncul kemandirian desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Desa Gosari, Misbahul Dawam mengatakan, dalam mengelola wisata pihaknya mengandeng para pemuda yang tergabung dalam karang taruna.

“Spot-spot foto bagi pengunjung banyak yang dibuat para pemuda. Soalnya mereka paling faham dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Dawam juga mengaku senang atas kedatangan Wakil Ketua DPRD Gresik, dr. Asluchul Alif bersama Camat Sidayu Nuryadi, Sekcam Sidayu Hasan Shodiq, Ketua AKD Sidayu Muh. Sholih dan sejumlah kades Sidayu serta pengurus Karang Taruna Sidayu.

“Tadi dialog bersama tentang pengembangan desa. Acaranya di dalam goa Gosari, kami senang ada wakil rakyat yang peduli,” terangnya.

Saat bertemu Alif, Dawam juga mengeluhkan atas belum ditetapkannya Prasasti Butulan sebagai cagar budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gresik.

“Kami sudah mengajukan surat ke Disparbud Gresik sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Tadi beliau (Alif, red) langsung menelpon Kepala Disparbud, segera akan dikroscek suratnya,” tutur Dawam.

Dawam menjelaskan, untuk masuk Wagos para pengunjung hanya dikenakan tiket sebesar Rp. 5 ribu rupiah. “Kalau hari biasa pengunjung sekitar ratusan orang. Tapi jika sabtu minggu atau musim liburan bisa mencapai 2.000 orang pengunjung perhari,” pungkasnya. (fbr/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *