Tiga Siswa MTs Tawon Gresik Juarai Lomba Robot di Malaysia

Gresiknews.co – Torehan membanggakan kembali diperoleh para siswa Gresik di kancah internasional. Kali ini tiga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik berhasil menyabet tiga medali dalam kontes robot di Malaysia.

Mereka berhasil menyabet 1 medali perak dan 2 perunggu diajang International Islamic School Robot Olimpiad (IISRO) 2018 yang diselenggarakan International Islamic University Malaysia (IIUM) pada 7-9 September 2018.

Tiga siswa MTs Tawon (Tarbiyatul Wathon) kelas IX itu, yakni M.Shobahun Najah (14) meraih juara 2 dan mendapat medali perak kategori robot ‘under water’, M.Fatih Syajroni (14) meraih juara 3 dan mendapat medali perunggu kategori robot ‘under water’, serta Zamanul Khoir (14) yang meraih juara 3 dan mendapat medali perunggu kategori robot ‘gathering’.

“Pas lomba kita harus memindahkan benda, dari dasar air ke tempat yang sudah di tentukan,” ungkap M.Shobahun Najah (14), Minggu (16/9/2018).

Shobahun mengatakan, bahwa ini menjadi pengalaman pertama bagi dirinya ikut dalam lomba robot bertaraf internasional. Apalagi pesertanya sekitar 300 tim dari berbagai sekolah di Asia.

“Baru pertama kali ikut lomba di luar negeri dan alhamdulillah mendapat juara 2,” katanya.

M.Fatih Syajroni menambahkan, ia bersama kedua temannya membutuhkan kurang lebih sebulan untuk menciptakan robot. Setelah melalui beberapa percobaan, akhirnya dua robot yang diciptakan itu mampu menyisihkan peserta lainnya.

“Khusus robot under water kami terinspirasi oleh kondisi geografis di Desa Campurejo yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan,” ujar Fatih menerangkan latar belakang penciptaan robotnya.

Satu robot under water menghabiskan kurang lebih Rp. 1,5 juta. Robot ini sendiri berfungsi mengambil benda di dalam dasar air.

“Semoga kedepan melalui pengembangan robot ini nelayan tidak perlu repot-repot lagi menyelam di dalam laut untuk mencari kerang atau ikan,” harapnya.

Waka Penjaminan Mutu Yayasan Tarbiyatul Wathon, Mohammad Lazim (42) menuturkan, pihaknya tidak menyangka keberhasilan anak didiknya mampu mengangkat prestasi sekolahnya. Pasalnya, saat berangkat ke Kualalumpur Malaysia secara finansial kurang mendukung. Namun, berkat bantuan semua alumni akhirnya bisa berangkat dan menyabet juara dua dan ketiga.

“Anak didik kami mampu mencapai nilai yang terbaik di dua kategori yakni kecepatan dalam memprogram pada robot gathering serta keahlian bagaimana memprogram pada robot under water,” tuturnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *