Tradisi Bandungan, Cara Nelayan Lumpur Ungkapkan Rasa Syukur

Gresiknews.co – Tradisi Bandungan atau sedekah laut kembali digelar nelayan Bale Cilik di Kelurahan Lumpur Gresik. Kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun ini berlangsung meriah.

Sejak pagi hari, warga dan nelayan Kelurahan Lumpur sudah tampak sibuk menyiapakan perahu mini dari sterophom dan juga aneka kuliner khas pesisir.

Perahu mini itu digunakan sebagai tempat menaruh sesajen dan jajanan pasar yang akan dilarung ke tengah laut.

Satu persatu warga, mulai anak-anak hingga orang dewasa menaiki perahu nelayan, yang terdiri dari tiga perahu yang dikaitkan dan dirangkai satu sama lain kemudian ditarik oleh sebuah perahu di depannya.

Sepanjang perjalanan ke tengah laut, shalawat Nabi terus dikumandangkan oleh Grup Hadrah. Usai didoakan, tumpeng, jajanan pasar dan minuman langsung disantap secara bersama-sama di tengah laut.

Abdul Majid, sesepuh Kelurahan Lumpur, menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman dulu. Kira-kira 200 tahun lalu.

“Tujuannya menyelamati nelayan yang kerja di laut agar terhindar dari musibah sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah atas hasil tangkapan,” jelas Abdul Majid, Minggu (15/4/2018).

Tradisi Bandungan yang masuk rangkaian dari Haul Mbah Sindujoyo ini dulunya dilakukan oleh nelayan Bale Gede, tapi lambat laun tradisi ini sudah ditinggalkan. Akhirnya Bale Cilik kemudian yang melanjutkan.

“Masyarakat sini mempercayai, jika tradisi ini tidak dilakukan, maka anak-anak kecil dan penduduk Lumpur akan sering melihat buaya di tengah laut,” tuturnya.

Perahu yang membawa warga dan aneka kuliner serta sesajen menuju tengah laut. (nif)

Salah satu peserta Dedi Franatu, mengaku terkesan dengan tradisi Bandungan. Apalagi pria asal Kediri ini baru pertama kali ikut.

“Saya sangat terkesan. Di Kediri gak pernah ada tradisi seperti ini. Indonesia itu sebenarnya kaya akan tradisi. Ditambah lagi akulturasi budaya dari nenek-nenek moyang yang masih ada,” ucap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.

“Senang bisa ikut tradisi Bandungan. Apalagi pantai disini dikelilingi pabrik-pabrik. Semoga tradisi Bandungan selalu ada dan bertambah meriah tiap tahunnya,” imbuhnya. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *