Tradisi Malam 23 Ramadan, Warga Desa Gumeno Bagikan 2.600 Porsi Kolak Ayam

Gresiknews.co – Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, punya tradisi unik setiap memasuki malam 23 Ramadan. Para pria di desa sini membuat Kolak Ayam, yang kemudian dibagikan kepada warga setempat maupun luar desa.

Jika diberbagai daerah hidangan kolak lazimnya berbahan baku singkong atau ketela pohon yang dicampur santan, tetapi di Desa Gumeno,  kolak dibuat dengan menggunakan bahan baku daging ayam jantan dan rempah rempah.

Untuk membuat kolak ayam di tradisi Kolak Ayam ke-494 ini, dibutuhkan dua ratus empat tiga puluh tiga ekor ayam jantan, dua ratus tiga puluh kilogram bawang daun, 7 kuintal gula merah dan lima ratus lima puluh biji kelapa serta empat puluh lima kilogram jinten India.

Panitia Tradisi Kolak Ayam, Didik Wahyudi mengatakan pada Ramadan 2019 ini panitia menyediakan sebanyak 2.600 porsi Kolak Ayam, yang dibagikan untuk warga.

“Tahun kemarin (2018) kami bagikan 2.500 porsi kolak ayam, untuk tahun ini lebih banyak 100 porsi,” kata Didik, Senin (27/5/2019).

Dirinya bercerita, kolak ayam bermula saat Sunan Dalem, putra kedua Sunan Giri ketika membangun Masjid Jami’ untuk menyebarkan agama Islam, mengalami sakit yang tidak diketahui jenis penyakitnya. Tak satu pun jenis obat yang mampu menyembuhkan Sunan Dalem dari sakitnya  tersebut.

Hingga suatu hari, di malam dua puluh tiga puasa Ramadan, Sunan Dalem memutuskan untuk Shalat Istikharah dan akhirnya Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Sunan Dalem lantas meminta para santrinya untuk menyiapkan ayam jago kampung ke masjid untuk dipotong dan dimasak menjadi kolak ayam. Ajaibnya, setelah menyantap hidangan kolak tersebut ternyata Sunan Dalem berangsur sembuh dari penyakitnya.

“Warga disini kemudian melestarikan membuat kolak ayam hingga sekarang,” ucap Didik.

Para penikmat kolak ayam ini ternyata tidak hanya warga setempat saja, beberapa warga dari luar Kabupaten seperti Lamongan, Bojonegoro, Surabaya dan lainnya.

Sebagian pengunjung percaya, kolak ayam dalam tradisi Sanggring dapat mengobati penyakit yang mereka derita, sehingga mereka rela jauh jauh datang ke Desa Gumeno untuk mendapatkan sajian kolak ayam. (Khanif/m1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *