Tradisi Pasar Bandeng, Pedagang Keluhkan Tidak Adanya Fasilitas Toilet

Gresiknews.co – Pedagang ikan bandeng di Tradisi Pasar Bandeng Gresik mengeluhkan tidak adanya fasilitas umum, seperti toilet dan kamar mandi.

Hal ini menjadikan para pedagang harus mencari ponten umum yang disediakan warga. “Kalau mau ke kamar mandi harus ke ponten milik warga. Sekali kencing Rp. 2 ribu dan Rp. 4 ribu untuk mandi,” ujar Thoyib (57), salah satu pedagang, Selasa (12/6/2018).

Tidak adanya fasilitas toilet juga berdampak pada rumah warga sekitar. Pasalnya ada juga yang kencing sembarangan dan menimbulkan bau ‘pesing’.

Thoyib mengaku, sudah berjualan bandeng sejak tahun 1980-an. Warga Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang Kabuten Gresik hampir tiap tahun dirinya berjualan di Pasar Bandeng.

“Lebih ramai tahun lalu,” keluhnya.

Satu stan berukuran 1,5 meter di Pasar Bandeng dijual Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Kabupaten Gresik seharga Rp. 260 ribu untuk tiga hari, Senin-Rabu, 11-13 Juni 2018. Pada tahun lalu, total jumlah ada sekitar 1.400 stan. Tahun ini menurun menjadi sekitar 850 stan, yang diantaranya sekitar 98 stan khusus jualan bandeng.

Pasar Pandeng dipusatkan di sepanjang Jl Samanhudi, depan pasar Gresik Kota Kecamatan Gresik sampai pertigaan Jl Raden Santri.

Di stan yang sudah Thoyib sewa, dirinya menjajakan ikan bandeng seukuran bayi. Tampak dua bandeng di atas meja. Masing-masing berbobot 15 kg dan 13 kg. Bandeng ini berasal dari Ketapang Banyuwangi.

“Untuk satu kilo saya jual antara Rp. 150 ribu-200 ribu,” kata Thoyib.

Salah satu pengunjung Pasar Bandeng, Erni asal Manyar, menyatakan datang bersama kedua anaknya karena penasaran dengan bandeng sebesar bayi.

“Anak-anak ngajak ngabuburit sekalian lihat ikan bandeng yang gede-gede,” ucap Erni.

Pegawai salah satu perusahaan di Gresik ini mengaku, tiap tahun datang melihat Pasar Bandeng. Namun menurutnya tahun ini penjual bandeng sebagaimana identitas dari acara semakin menurun.

“Yang jual ikan bandeng gak banyak. Gak seperti tahun sebelumnya,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan Gresiknews.co banyak pedagang ikan bandeng yang lebih memilih membuka lapak di tempat lain disbanding di Pasar Bandeng. Hal itu terlihat dari banyaknya penjual ikan bandeng yang memilih membuka lapak di sepanjang jalan daerah Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Manyar, di Desa Pongahan Manyar, di dekat Jembatan Sembayat Manyar dan banyak tempat lagi. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *