Tugu Lontar, Perpaduan Budaya Indonesia dan Jepang

 

Gresiknews.co – Perpaduan budaya Indonesia dan Jepang terlihat dalam Tugu Lontar di Perempatan Kebomas, Gresik.

Tugu tersebut dibangun oleh PT Smelting sejak 3 Desember 2018 dan diresmikan Rabu (7/8/2019) malam. Peresmian monumen ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan dokumen dari PT Smelting kepada Pemkab Gresik.

Perpaduan dua budaya itu tergambar pada daun lontar dari Indonesia dan Kirigami dari Jepang.

Lontar adalah salah satu media tulis yang menjadi sejarah kebudayaan Indonesia yang sangat tinggi pada zamannya. Perlu diketahui, tanaman daun Lontar tumbuh di Gresik sampai sekarang.

Sedangkan Kirigami merupakan seni memotong dan melipat yang menjadi bagian dari kebudayaan Jepang.

President Director PT Smelting, Hiroshi Kondo mengatakan pembangunan monumen berupa Tugu Lontar merupakan bentuk komitmen perusahaannya dalam mendukung pengembangan Gresik.

“Tugu Lontar menjadi simbol kerjasama PT Smelting dengan pemerintah Gresik,” kata Kondo dalam sambutannya.

Ditambahkan Kondo, Tugu Lontar dirancang Ir Daniel Mirmanoe Candra Sujanto. Arsitek lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini juga dikenal sebagai perancang Tugu Pelangi Surabaya.

“Persembahan Tugu Lontar ini kami harapkan akan menjadi ikon baru Kota Gresik,” ungkapnya.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengaku pembangunan landmark baru ini didasari atas tujuan bersama.

“Kami ingin menjaga warisan kebudayaan yang ada di Gresik. Bukan hanya itu, monumen ini menjadi gabungan antara Indonesia dan Jepang,” ujar Sambari.

Gresik, kata Sambari, menjadi satu di antara daerah di Jawa Timur yang banyak menarik investor asing. Salah satunya PT Smelting, perusahaan asal Jepang.

“Mudah-mudahan ini bisa ditiru perusahaan asing di Gresik. Jangan hanya mengambil keuntungan saja, tetapi juga memberikan sebagian untuk Gresik,” ucapnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *