UMG Jadi Tuan Rumah Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31

Gresiknews.co – Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi salah satu dari tiga titik penyelenggaraan sidang virtual gelaran Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-31.

Munas Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bakal membahas sejumlah persoalan penting diantaranya materi seputar fikih zakat, difabel, agraria, akhlak, terminasi hidup dan lain sebagainya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir yang hadir secara virtual yang diikuti oleh seluruh majelis tarjih mulai dari cabang hingga pusat secara daring.

Kemudian, hadir pula Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim, Ketua PDM Taufiqullah Achmadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Forkopimda Gresik di Hall Sang Pencerah, Minggu (29/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir berharap majelis tarjih dan tajdid berperan penting memberikan arah gerak maju persyarikatan melalui pemikiran-pemikiran yang mengedepankan modernitas.

Majelis tarjih, kata Haedar merupakan dapur pemikiran Muhammadiyah yang diharapkan berperan penting dalam memberikan tafsiran-tafsiran agama sebagai landasan normatif dinamisasi masyarakat.

“Semoga munas ke-31 kali ini menelurkan pemikiran berkemajuan sesuai dengan arah gerakan persyarikatan,” kata Haedar melalui siaran virtual yang disaksikan seluruh peserta se Indonesia.

Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim berterimakasih kepada PP Muhammadiyah yang menggelar munas majelis tarjih dan tajdid kali ini di Jatim, serta Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi tuan rumah.

Saad menyebut, ada beberapa persoalan yang bakal dibahas diantaranya masalah zakat kontemporer bidang agropertanian. Hal ini penting agar ummat memahami secara utuh pola zakat yang merupakan rukun islam yang ketiga ini.

“Selaim itu, juga membahas bagaimana perlakuan kita saudara kita yang diberikan cobaan fisik tidak sempurna. Pembahasan inji melibatkan majelis terjih seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan Muhammadiyah terus memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Ia pun mengaskan terus bersinergi dengan organisasi islam tertua.

“Kita bisa underline apa yang disampaikan Ketum PP Muhammadiyah, kami harap melalui munas ini memberikan solusi yamg kita harapkan seluruh elemen negeri ini memberi dan mencari solusi efektif persoalan umat dan kebangsaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menitipkan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian saat ini seperti fenomena financial teknologi (Fintech) yang dimanfaatkan masyarakat melalui format kauangan virtual dan berharap format halal food masuk 10 besar dunia.

“Saya rasa ini kajian substantif. Semoga ada ruang dan kajian khusus soal ini di majelis ini karena pola masyarakat memakai pola fintech ini terus berkembang,” imbuh Khofifah dalam pembukaan Munas Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. (Fbr/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *