Upaya regenerasi, PSTLG Lestarikan Kesenian Pencak Macan Junior

Gresiknews.co – Paguyuban Seni Tradisi Lumpur Gresik (PSTLG) kembali menggelar Festival Pencak Macan Junior di Gadukan Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Sebanyak 16 tim pencak macan anak-anak dari berbagai tempat di Kota Pudak ikut dalam kegiatan yang diadakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27/10/2018) tersebut.

Dalam 1 tim terdiri dari 7 anak-anak. 1 anak ada yang berperan sebagai pendekar, 1 anak berperan sebagai kera, 2 anak berperan sebagai harimau (macan) dan 2 anak lainnya berperan sebagai genderuwo. Sedangan 1 anak lainnya sebagai cadangan.

Kesenian yang sudah turun temurun itu menceritakan tentang kehidupan dalam berumah tangga. Tak heran, jika selama ini pencak macan dijadikan tradisi arak-arakan pengantin.

Aksi-aksi silat, ditambah alunan gamelan dan gendang yang selaras semakin menambah daya pikat bagi penonton.

Panitia Festival Pencak Macan Junior Ahmad Fasolin menyatakan, kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun sekali. Tahun ini sudah tahun ke-8. “Ini adalah upaya kami untuk mengenalkan, sekaligus melestarikan kesenian pencak macan di kalangan anak-anak dan masyarakat umum,” ungkapnya, Sabtu (27/10/2018) malam.

Untuk peserta, lanjut Fasolin, sengaja dibatasi umurnya maksimal 14 tahun atau kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Biar muncul regenerasi penerus kesenian pencak macan,” sambung Fasolin, didampingi Ketua PSTLG Ismail dan Penasehat PSTLG abdul Majid.

Salah satu peserta, Muhammad Andika Pratama (10) mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tambil dengan teman sebayanya, siswa kelas 5 SD itu berperan sebagai pendekar. Berbagai jurus ia peragakan di atas panggung.

“Seneng bisa tampil sebagai pendekar bareng teman-teman. Apalagi saya suka seni bela diri,” ungkap Andika, usai tampil. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *