Wakil DPRD Gresik Sidak Parkir Truk di Duduksampeyan

Gresiknews.co – DPRD Kabupaten Gresik terus berupaya mencari terobosan dan mengali potensi guna mengenjot Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kabupaten Gresik dari sektor perparkiran. Untuk mengali potensi tersebut, DPRD Gresik mengelar sidak lapangan untuk memetakan potensi dari sektor retribusi parkir yang belum tergarap secara maksimal di Kota Santri dan Industri ini.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Saidah memberikan atensi khusus terhadap banyaknya truk yang parkir di tepi jalan. Seperti disepanjang Jalan Raya Duduk Sampeyan dan sejumlah titik lain. Terutama, pada saat jam-jam truk dilarang lewat, yakni pagi pukul 05.00-08.00 WIB, dan sore pukul 16.00-20.00 WIB.

“Keberadaan truk-truk parkir liar itu mengganggu pengguna jalan. Selain itu, juga mengganggu jarak pandang penguna jalan terutama pada saat malam hari” kata Caleg Gerindra Dapil II (Duduksampeyan dan Cerme ) ini.

Meskipun seringkali ditertibkan, para sopir truk tetap membandel memarkir kendaraannya di sana. Problem parkir liar di Jalan Nasional ruas Duduksampeyan sudah berlangsung sejak lama. Namun, hingga sekarang belum ada solusi yang direalisasikan.

“Kalau dilihat dari bandelnya para sopir, ini menjadi bukti jika ruas jalan ini merupakan titik yang tepat untuk istirahat di tengah perjalanan mereka. Kalau Pemerintah Kabupaten Gresik membuat parkir atau terminal kargo serta rest area dikawasan tersebut, tujuanya selain menampung parkir truk juga menghindari potensi bahaya akibat truk yang diparkir dibahu jalan,” jelas Saidah.

Kalau itu bisa dilakukan, pendapatan yang masuk luar biasa, tinggal nanti membuat regulasi untuk menentukan besaran retribusinya. Sedangkan untuk pembangunan parkir atau terminal kargo, Pemkab Gresik bisa mengandeng investor dengan perjanjian sistem build operate transfer ( BOT ) atau perjanjian bangun serah. Keberadaan parkir kargo ini sangat potensial mengais pundi pundi pendapatan, mengingat di Gresik bercokol ribuan industri.

Tono (45), salah satu sopir yang memarkir truknya di Jalur Pantura Duduk Sampeyan saat sidak, mengaku rutin memarkir kendaraannya di sana ketika melintas. Tono mengaku sengaja parkr di bahu jalan karena tidak ada tempat lagi untuk memarkir kendaraannya yang mengangkut urukan. Ia berhenti untuk istirahat dan mendinginkan ban kendaraannya setelah berjalan cukup jauh.

Tono juga mengaku senang jika disediakan lahan parkir kargo apalagi dilengkapi rest area, meski harus membayar retribusi namun para sopir bisa beristirahat nyaman sebelum melanjutkan perjalanan dan tidak was-was akan dirazia petugas karena menganggu lalu lintas akibat parkir dibahu jalan raya. (Ika/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *