Wakil Ketua DPRD Gresik Soroti Parkir Liar di Jalan Duduk Sampeyan

Gresiknews.co, – Banyaknya pengendara yang memarkir kendaraannya di tepi jalan raya, membuat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Saidah angkat bicara. Selain membuat tidak nyaman pengguna jalan karena lalulintas menjadi macet, parkir di sembarang tempat berpotensi membuat pemerintah kehilangan potensi PAD dari sektor parkir.

“Tidak hanya kendaraan pribadi, truk bermuatan besar juga menggunakan bahu jalan untuk parkir. Sehingga ruas jalan menjadi semakin sempit, seperti di Jalan Raya Duduk Sampeyan,” kata Nur Saidah, Jum’at (18/01).

Menurut Anggota Dewan dari Partai Gerindra ini, jika dikelola dengan benar, sektor parkir bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Apalagi jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat semakin memadati jalanan di Kabupaten Gresik.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal mengatasi persoalan parkir liar khususnya di Raya Duduk Sampeyan. “Kami akan melakukan penertiban kendaraan yang diparkir di sembarang tempat, agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Seperti di raya Duduk Sampeyan yang statusnya Jalan poros Nasional,” kata Nanang.

Lebih jauh, Dishub Gresik tengah mewacanakan Park and Ride seperti di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kesemrawutan parkir liar karena pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan.

“kalau kita bisa memiliki lahan parkir memadai, maka persoalan ini bisa teratasi. Semua kendaraan yang parkir di tepi jalan, kita tertibkan dan diarahkan untuk parkir di tempat yang sudah disediakan. Tapi ini baru wacana loh ya,” ujarnya.

Program Park and Ride sendiri merupakan adopsi pengelolaan parkir di Kota Surabaya. Adanya Park and Ride dinilai mampu mengurangi volume kendaraan, karena kendaraan roda empat atau lebih yang biasa parkir di pinggir jalan tidak terlihat lagi.

Untuk sepeda motor, pihaknya memberikan usulan agar dibangun parkir and ride di dekat pusat keramaian agar mengurangi parkir tepi jalan. ” Program ini bisa menggenjot PAD, menambah aset daerah dan yang paling penting mengurangi kemacetan,” jelasnya.

Pada tahun ini, target yang dicanangkan dari sektor parkir tepi jalan lebih dari dua kali lipat dibanding tahun kemarin, jika tahun 2018 hanya Rp 1,8 Miliar, pada tahun ini sebesar Rp 4,357 Miliar. (ik/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *