Diduga Gelapkan Hasil Tukar Guling TKD, Kades Tebalo Laporkan Warga ke Polres Gresik

Gresiknews.co – Kepala Desa Tebalo Akhmad Mahsul melaporkan Nur Sahid dan Mohammad Sholeh terkait dugaan penggelapan pembelian lahan untuk ruislag (tukar guling) Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar ke Polres Gresik, Minggu (29/5/2022).

Nur Sahid sendiri merupakan warga Tebalo, Kecamatan Manyar pemilik tanah (berupa tambak) yang dijadikan rusilag TKD Tebalo yang kena proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus tersebut bermula saat pembebasan lahan untuk poyek pembangunan jalan tol KLBM yang akan melintas di Desa Tebalo. TKD Desa Tebalo masuk dalam zona proyek tol tersebut.

TKD Tebalo yang kena proyek itu sekitar 15.599 meter persegi. Tanah seluas itu berdasarkan hasil appraisal seharga Rp376 ribu per meter persegi dan pihak proyek tol memberikan ganti rugi Rp376 ribu x 15.599, sehingga total uang ganti TKD Tebalo tersebut Rp5,865,224,000,00.

Uang dari hasil ganti rugi TKD itu selanjutnya dibelikan lahan untuk ruislag TKD Tebalo. Dari sekian lahan calon TKD, tim 7 menunjuk tanah tambak di Desa Tebalo, milik Nur Sahid.

Luas lahan milik Nur Sahid mencapai 24.826 meter persegi dengan harga yang disepakati Rp200 ribu per meter persegi. Sehingga, total uang untuk pembelian tambak itu Rp4,965,200,00. dan uang masih sisa Rp900 juta sekian.

Namun, tambak milik Nur Sahid ini belum dibalik nama dari pemilik tanah atas nama Mohammad Sholeh (50), warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Untuk mempermudah pembayaran ganti rugi, Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol KLBM membayar pembelian lahan untuk ruislag TKD Tebalo kepada Mohammad Sholeh.

Dari sisa uang pembelian itu, sekitar 900 juta atas kesepakatan tim ditransfer ke rekening Kades Tebalo.

Andi Fajar Yulianto dari LBH Fajar Trilaksana, selaku kuasa hukum Kades Tebalo, Akhmad Mahsul, mengatakan berawal adanya pembebasan lahan TOL di TKD seluas 7.948 M2 dengan nilai  Rp. 5.865.428.071. Kemudian hasilnya dibuat pembayaran dua bidang tanah pengganti senjumlah Rp. 4.965.200.000 dan Rp. 772.000.000.

“Sehingga masih ada sisa uang senilai Rp. 128.000.000, an. yang belum diserahkan terlapor pada pemerintah Desa,” kata Fajar, usai menyerahkan berkas pelaporan ke Polres Gresik.

Fajar menjelaskan, Pemdes Tebalo sebelumnya sudah melakukan upaya permintaan dan teguran hukum kepada terlapor tetapi tidak diindahkan.

“Atas dorongan tuntutan warga dan tokoh masyarakat, maka kepala desa melaporkan hal ini ke Polres Gresik,” ungkapnya.

“Kami yakin Polres Gresik segera lebih cepat memproses dugaan pidana ini, karena kami sudah mengantongi dan kami lampirkan  Pendapat Ahli Pidana, dan telah tegas rekomendasikan bahwa perbuatan MS dan NS telah terpenuhi unsur tindak pidana,” pungkasnya. (Ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *