Petani Gresik Sukses Kembangkan Mina Padi Usai Gunakan Pupuk SJS

Gresiknews.co – Seorang petani di Desa Raci Kulon Kecamatan Sidayu Gresik Sudarmono berhasil mengembangkan mina padi atau praktik yang mengintegrasikan pertanian padi dan akuakultur.

Tak tanggung-tanggung, berkat memakai pupuk lokal nonsubsidi dari CV SJS (Sinar Jaya Sae), Sudarmono tak hanya memanen padi saja, tetapi juga ikan.

Sudarmono mengatakan, sejak awal tahun dia mencoba peruntungan untuk menanam padi dan menabur bibit udang vaname di areal sawah miliknya.

“Dan ini sudah panen, total ada 20 ribu ekor udang vaname. Untuk padinya mungkin seminggu lagi sudah panen. Hasilnya kelihatannya bagus, kalau biasanya dapat 2,5 ton, mungkin ini bisa lebih,” ujarnya, Minggu (25/7/2022).

Sudarmono menyatakan, integrasi dan inovasi ini sangat menguntungkan karena bisa mendapatkan penghasilan lebih. Jika biasanya hanya panen padi, namun kali ini juga ada udang serta ikan.

Alasan memakai pupuk nonsubsidi terang Sudarmono, awalnya dia kesulitan mendapatkan kesulitan pupuk subsidi pemerintah. Dia pun, memutuskan untuk membeli pupuk nonsubsidi buatan lokal.

“Jadi kita tak gunakan pupuk subsidi kimia karena kesulitan mencari, pupuk nonsubsidi buatan lokal yakni SJS, Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” katanya.

Dalam pengaplikasian dengan luasan sawah empat ribu persegi, Sudarmono menghabiskan lima pupuk sekali musim tanam. Dia pun mengaku tak memberikan pakan tambahan untuk udang.

“Melihat hasilnya ya memuaskan. Karena pakai pupuk ini udan dan ikan tak usah diberi makan karena sudah makan plankton,” ujarnya.

Pemilik CV SJS, Nur Sokip menyatakan, pupuk miliknya sudah siap edar. Perusahaannya telah menerapkan sistem manajemen SNI ISO 9001:2015 sehingga mutu produk pupuk fosfat alam untuk pertanian telah memenuhi syarat.

Bahkan, kata Sokip, produknya sudah melalui serangkaian uji laboratorium di Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia Farmasi dan Kemasan, Kementerian Perindustrian RI.

“Kita juga sudah uji coba di beberapa daerah hasilnya pun bagus, bahkan yang di Gresik ini memakai sistem mina padi dan berhasil. Tak hanya padi, juga pada tanaman lainnya jeruk nipis, jagung dan lain sebagainya,” tambahnya.

Dari hasil apik tersebut, pupuk produksi Dusun Petiyin ini selalu ada untuk petani sehingga sesuai yang diharapkan selama ini. Untuk ketahanan pangan.

“Sejak SNI sudah turun kami terus membantu sulitnya pupuk. Menumbuhkan perekonomian Indonesia melalui usaha tani,” terang pemilik Pupuk SJS. (ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *