Pol PP Gresik dan Bea Cukai Amankan Ribuan Rokok Ilegal

Gresiknews.co,- Petugas gabungan dari Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Gresik menggelar razia di sejumlah toko kelontong yang berada di wilayah Kecamatan Bungah dan Dukun, pada Selasa (15/11/2022).

Dalam razia tersebut petugas menemukan 17.200 batang rokok ilegal di salah satu toko kelontong di Desa Sekargadung, Kecamatan Dukun. Belasan ribu batang rokok tanpa pita cukai tersebut tersimpan rapi di dalam 860 bungkus rokok yang siap untuk dijual.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik Suprapto mengatakan, semula pemilik toko tidak mau mengungkapkan keberadaan belasan ribu rokok ilegal tersebut. Namun petugas melihat ada rokok tidak berpita cukai yang dipajang di etalase toko.

“Merasa ada yang disembunyikan oleh pemilik toko, maka kami kemudian naik ke lantai dua di bangunan yang sama dengan toko. Di situ kami menemukan tumpukan kardus berisi rokok ilegal, tidak dilengkapi pita cukai mirip yang ada di etalase,” ujar Suprapto.
Rokok ilegal bernilai puluhan juta rupiah tersebut ditemukan dalam kemasan berbagai merk, dan diamankan oleh petugas Bea Cukai untuk selanjutnya dimusnahkan. Dia menambahkan, pemilik toko juga akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
Suprapto mengungkapkan, razia ini sekaligus menjadi edukasi bagi para pemilik toko untuk tidak menjual rokok ilegal. Adapun yang termasuk rokok ilegal ciri-cirinya adalah tanpa cukai, dilekati cukai palsu, cukai bekas, berbeda atau merek tidak ada.

“Operasi ini diperlukan sebagai bentuk pengawasan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat di pasar. Kami akan rutin melakukan kegiatan ini,” jelas Suprapto.

Sementara itu, upaya Pemkab Gresik dalam memberantas peredaran rokok ilegal juga dilakukan melalui sosialisasi. Di hari yang sama, Pemkab menggelar sosialisasi cukai di Pelabuhan Syahbandar Gresik dengan melibatkan 250 orang pemilik toko kelontong.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, rokok ilegal merugikan negara. Untuk itu semua pihak pun diajak untuk menciptakan Kabupaten Gresik bebas dari rokok ilegal. Karena rokok ilegal tidak membayar cukai kepada negara.
“Perlu diketahui dengan adanya dana bagi hasil cukai ini menjadi salah satu tulang punggung anggaran kita.” katanya.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani juga menjelaskan, dana bagi hasil cukai nantinya akan digunakan di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan rumah sakit baru dan pemberdayaan masyarakat lewat beberapa dinas terkait.
“Mudah-mudahan di pelabuhan ini tidak ada jalur perdagangan rokok ilegal. Sekali lagi karena hal ini merugikan kita.” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bea dan Cukai Gresik Wahjudi A juga mengajak seluruh warga Gresik terutama pemilik toko kelontong, agar bersama-sama memerangi rokok ilegal. Apabila warga menemui rokok ilegal dapat langsung menghubungi Kantor Bea Cukai Gresik.

“Saya minta kerjasamanya untuk bisa memberantas rokok ilegal di wilayah Gresik ini. Bisa langsung menghubungi call center Bea Cukai atau langsung mampir ke kantor kami,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *