Ratusan Rumah di Gresik Terendam Banjir Rob

Gresiknews.co – Ratusan rumah warga di pesisir Gresik, Jawa Timur terendam banjir rob. Wilayah paling terdampak di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar.

Dari prakiraan BMKG, banjir pesisir terjadi akibat adanya pengaruh dari aktivitas astronomi berupa fase bulan purnama (super full moon) yaitu posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.

Kepala BPBD Gresik, Tarso Sagito menerangkan pasang air laut terjadi mulai Pukul 09.00 sampai 13.00, kondisi air terpantau lebih tinggi dari kemarin.

“Puncak pasang terjadi pukul 11.00 WIB,” kata Tarso, Rabu (15/6).

Dari hasil monitoring, Tarso menyatakan di Desa Banyuwangi 1,5 Kilometer jalan lingkungan tergenang hingga 25 centimeter. Sebanyak, 107 rumah warga, 2 musholah dan 2 sekolah tergenang.

Kemudian, di Desa Sukorejo Kebomas ada 20 rumah warga dan satu warung tergenang hingga 15 centimeter. Juga, jalan lingkungan sepanjang 50 meter tergenang 10 – 20 centimeter.

“Kemudian di Kecamatan Ujungpangkah yakni Desa Pangkahwetan dan Pangkahkulon hanya berdampak jalan lingkungan,” terangnya.

Sementara itu dilansir dari JPNN.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi terjadinya banjir rob di kawasan pesisir.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya Daryatno mengatakan fenomena banjir rob tersebut diprakirakan terjadi pada 13 hingga 17 Juni 2022

“Kondisi pasang lebih ekstrem dapat terjadi bilamana hujan sedang hingga lebat saat banjir rob,” tutupnya. (Ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *