Telan Rp. 8 Miliar, Dewan Minta Diskoperindag Gresik Serius Kelola Pudak Galery

Gresiknews.co – Sepinya Pudak Galery mulai banyak disoroti banyak pihak. Tak terkecuali Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim.

Menurut Nurhamim, APBD Gresik yang tersedot untuk pembangunan Pudak Galery dan gedung pertemuan cukup besar. Untuk itu, ia menyayangkan jika sentra kuliner dan UMKM tersebut ‘mati suri’.

“APBD kita yang tersedot untuk itu cukup besar, mencapai sekitar Rp 8 miliar,” kata pria yang akrab disapa Anha ini.

Lebih lanjut Anha meminta kepada OPD terkait, Diskop, UKM dan Perindag (Diskoperindag) Gresik agar serius mengelola Pudak Galery untuk membangkitkan perekonomian.

“Aset daerah berupa Pudak Galery harus benar-benar diberdayakan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat,” pinta Ketua Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) Kabupaten Gresik ini.

Baca Juga: Bendahara PDIP Gresik Sebut Pudak Galery Layaknya Mercon Bantingan

Senada dikatakan Ketua Komisi II (bidang perekonomian) DPRD Gresik, Asroin Widiana. Ia juga sangat menyayangkan sepinya Pudak Galery.

Menurutnya, sepinya Pudak Gelery kerena pengelolaan tak sesuai rencana awal.

“Nggak bisa ngelola seperti  fungsi rencana  awal,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, OPD dalam mengelola sarana perasarana (sarpras) yang telah dibangun, yang dipikir selalu anggaran.

“Itulah rata-rata gitu. Yang dipikir selalu anggran saja. Masak menghidupkan sarpras, masalah tetap selalu anggran terus maunya,” terangnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Diskop, UKM dan Perindag Gresik, Malahatul Farda menyatakan, sepinya Pudak Galery karena beberapa faktor.

Di antaranya, beberapa tenant mengundurkan diri karena tidak ada yang menjaga standnya.

“Kebanyakan mereka mundur dari Pudak Galery karena sudah punya stand di tempat lain,” ungkap Farda.

Namun demikian, kata Farda, Diskop yang memiliki wewenang terhadap Pudak Galery terus lakukan upaya. Salah satunya, untuk meramaikan Pudak Galery adalah dengan adanya event-event baik dari Pemerintah Daerah maupun Perguruan Tinggi (PT) dan sekolah.

“Juga ada live musiknya untuk meramaikan. Soal UMKM,  tetap kita inventarisir  yang menempati dan kita lakukan evaluasi serta melibatkan dengan OPD terkait,” terang Staf Ahli Bupati ini. (Ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *