Wisuda SD Berlian, dr. Reisa Ingatkan Potensi Anak

Gresiknews.co – Kesehatan fisik dan mental menjadi aset penting agar anak bisa mengembangkan potensi dirinya hingga meraih sukses.

Hal itu dijelaskan Duta adaptasi kebiasaan baru sekaligus Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro saat mengisi motivasi dalam wisuda SD Muhammadiyah 2 GKB (SD Berlian) ke VII yang digelar secara virtual dengan diikuti wisudawan dan wali murid.

“Karena tentu kita harus memenuhi kebutuhan dasar, yaitu kesehatan. Didukung dengan pengajaran, anak akan mampu mengaktualisasikan dirinya,” katanya, Kamis (1/7/2021).

Ke depan, Dokter Reisa mengungkapkan anak akan menghadapi berbagai tantangan seperti bidang pekerjaan yang saat ini belum ada, sehingga harus punya kemampuan belajar progresif.

“Ini bisa dimulai dengan membentuk sikap belajar yang baik dan melibatkan lingkungan,” ujar Reisa.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI) menambahkan, untuk membentuk kemampuan anak bisa dengan empat cara. Pertama, eksplorasi atau menjelajahi berbagai minat.

Kedua, berpikir kritis yang tampak dari banyak bertanya. Ketiga, punya jiwa kepemimpinan, misal dengan menjadi ketua kelompok. Terkahir, empati.

“Karena dengan memahami kebutuhan orang lain, anak bisa menciptakan solusi bagi lingkungannya,” tambahnya.

Tak hanya itu, berbagai ucapan datang dari tokoh nasional. Dokter Corona, Ketua Emergency Medical Team Muhammadiyah & Staff Khusus BNPB, mendoakan semoga wisudawan jadi generasi unggul yang mampu diandalkan.

Selain itu, dokter Raisa berharap para wisudawan siap menyambut masa depan dengan budi pekerti dan terus berinovasi dengan perkembangan zaman.

Pada wisuda kali ini juga ada persembahan spesial dari salah satu wisudawan, Hilman Hidayatulloh. Mewakili teman-temannya, dia persembahkan sebuah buku karya mereka, sebagai tanda cinta kepada orangtua dan rasa bangga kepada sekolahnya.

Dia lantas mengundang kakeknya ke atas panggung untuk menerima secara simbolis buku berjudul “Sahabat Online” itu. Sebelumnya, dia mengucap untaian terima kasih yang puitis.

“Meskipun  aku tak tahu, bagaimana bahagianya belajar bersamamu Ayah dan Ibu, aku rindu, meski kita tak sempat bertemu,” demikian ungkapan hati siswa yang selama ini belajar di rumah bersama kakeknya. (Ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *