November 2025 menjadi bulan yang monumental bagi Arrowhead Pharmaceuticals (ARWR). Perusahaan bioteknologi ini mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan, mencapai total apresiasi sebesar 48,1% setelah mendapatkan persetujuan penting dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Sentimen positif pasar semakin menguat pada hari Rabu menjelang liburan Thanksgiving, di mana saham perusahaan melonjak lebih dari 23% dalam satu hari perdagangan. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kombinasi keberhasilan regulasi obat terbaru mereka serta laporan keuangan fiskal 2025 yang jauh melampaui ekspektasi.

Terobosan Medis dan Transformasi Bisnis

Pemicu utama optimisme investor adalah pengumuman bahwa FDA telah menyetujui REDEMPLO (plozasiran), sebuah terapi berbasis siRNA pertama dan satu-satunya untuk pasien dewasa yang menderita sindrom familial chylomicronemia (FCS). Penyakit ini merupakan kelainan genetik langka yang mengganggu kemampuan tubuh dalam memetabolisme lemak. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi persetujuan obat pertama bagi Arrowhead, tetapi juga memvalidasi platform teknologi TRiM™ milik perusahaan yang selama ini menjadi andalan riset mereka.

Persetujuan ini menandai titik balik krusial, mengubah status Arrowhead dari perusahaan tahap klinis menjadi perusahaan komersial penuh. Narasi investasi yang sebelumnya bergantung pada potensi sains RNA interference (RNAi), kini beralih pada kemampuan eksekusi penjualan. REDEMPLO diharapkan menjadi pembuka jalan bagi potensi terapi RNAi lainnya di pasar penyakit langka, sekaligus menjadi katalisator pendapatan jangka pendek yang sangat dibutuhkan perusahaan.

Kinerja Keuangan yang Mengejutkan Analis

Selain kabar baik dari sisi regulasi, Arrowhead juga merilis laporan keuangan tahun fiskal 2025 yang memperlihatkan lonjakan pendapatan luar biasa. Jika pada tahun 2024 perusahaan hanya mencatatkan pendapatan sebesar US$3,6 juta, tahun ini angka tersebut meroket hingga US$829,45 juta. Kenaikan masif ini terutama didorong oleh arus dana dari perjanjian lisensi dan kolaborasi strategis dengan mitra industri.

Dampak dari lonjakan pendapatan ini terlihat jelas pada neraca perusahaan. Kerugian bersih yang dapat diatribusikan menyusut drastis menjadi hanya US$1,6 juta, sebuah perbaikan signifikan dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang mencapai US$599 juta. Situasi ini memberikan gambaran yang lebih cerah mengenai profil keuangan Arrowhead saat mereka bersiap meluncurkan produk komersial pertamanya ke apotek-apotek.

Tantangan Valuasi dan Prospek Masa Depan

Meskipun euforia pasar sedang tinggi, investor tetap dihadapkan pada realitas tantangan komersialisasi. Risiko utama kini bergeser pada kemampuan Arrowhead untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan di luar pembayaran milestone dari mitra kerja sama. Selain itu, manajemen biaya operasional menjadi krusial seiring dengan dimulainya fase pemasaran obat. Tekanan harga dan persaingan dari terapi kardiometabolik yang sudah ada maupun yang baru muncul dapat memengaruhi tingkat adopsi obat dan pendapatan di masa depan.

Proyeksi internal Arrowhead memperkirakan pendapatan sebesar US$398,8 juta dengan laba mencapai US$64,0 juta pada tahun 2028. Skenario ini mengasumsikan adanya penyesuaian pendapatan tahunan, namun dengan peningkatan laba yang substansial dari posisi saat ini. Di sisi lain, komunitas investasi memiliki pandangan yang sangat beragam mengenai nilai wajar saham ini, dengan estimasi yang merentang lebar dari US$0,33 hingga US$55 per saham, mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap posisi jangka panjang perusahaan di tengah kompetisi industri yang ketat.

Sikap Hati-hati dari Kalangan Analis

Di tengah lonjakan harga saham yang menggoda, tidak semua analis menyarankan pembelian agresif. Tim analis dari Motley Fool Stock Advisor, misalnya, baru saja merilis daftar 10 saham terbaik untuk dibeli saat ini, dan Arrowhead Pharmaceuticals tidak masuk dalam daftar tersebut.

Sikap hati-hati ini patut menjadi pertimbangan, mengingat rekam jejak layanan tersebut yang pernah merekomendasikan Netflix pada 2004 dan Nvidia pada 2005 sebelum kedua saham tersebut meledak di pasaran. Meskipun Arrowhead sedang berada di atas angin dengan produk baru dan kas yang kuat, absennya nama mereka dalam rekomendasi saham unggulan mengindikasikan bahwa sebagian analis masih melihat adanya risiko atau opsi investasi lain yang lebih menjanjikan di sektor ini. Bagi investor, momen ini menawarkan peluang besar namun tetap memerlukan kecermatan dalam melihat fundamental jangka panjang perusahaan pasca euforia peluncuran produk mereda.